Kang Bejo shalat Dhuhur di Mushola yang terletak di sudut di area pabrik tersebut.  Cuaca mendung. Menjelang shalat usai,  hujan turun rintik-rintik.  Kang Bejo tidak menaruh sepatunya di rak sepatu, tetapi di depan teras mushola.

Konsentrasi Kang Bejo terusik, teringat akan sepatunya yang bisa dipastikan akan kehujanan.  Kekhusyukan shalatnya tercederai.

Benar juga, saat usai salam karena kebetulan Kang Bejo ada persis di sebelah jendela nako mushola, dia bisa melihat sepatunya terkena air hujan.

Dilematis.  Apakah  mau langsung mengamankan sepatunya tanpa berdoa sehabis shalat atau meneruskan doa sesudah shalat dan membiarkan sepatunya basah kuyup?

Kang Bejo memilih buru-buru bangun, keluar mushola, mengamankan sepatunya tetapi segera kembali masuk mushola untuk menjalankan sunnah berdoa sehabis shalat.


Fitur News